salam kemanusiaan......
iya itu kata yang akan sering kalian dengar anggota Muda Diklatsar XX dan saya bangga dengan kalian semua karna kalian adalah orang yang hebat bisa menjalani proses indoor dan OUTdoor yang begituh hebat dan membentuk diri kalian semua dan kalian bisa melewatinya semua, mudah-mudahan apa yang kalian sudah lewat sebagian dari proses untuk menjadi anggota tetap atau sedah menggunakan Slayer merah Dipundak kalian dan akan lebih berat lagi perjuangan kalian nantinya untuk mendapatkan itu, tapi saya yakin kalian semua akan bisa jika selalu saling membantu dan mempererat lagi persaudaraan kalian DIKLATSAR XX, jadilah orang-orang yang tidak mudah putus asas dan jadilah orang yang kuat dalam memperjuangan apa yang kalian ingin dapatkan, dan untuk saudara-saudaraku di KSR 108 STMIK dipanegara tertutaman BPH 2014-2015 jangan ki pernah merasa capek untuk menjadikan adik-adik kita diklatsar XX menjadi orang yang bermanfaat, jangan pernah mundur ayo kita jalanin semua masa ini dengan warna yang lebih baik lagi,
JADILAH ORANG-ORANG YANG BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN DAN JANGAN PERNAH MUNDUR UNTUK SESUATU YANG BAIK
Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan
Kamis, 30 Oktober 2014
Senin, 23 Desember 2013
budaya, pengetahuan alam bebas
Unknown
20.14.00
Bintitan atau timbilen atau dalam istilah kedokterannya disebut
hordeolum bukanlah disebabkan karena kebiasaan mengintip seperti yang
sering disebut-sebut dalam mitos. Hordeolum adalah infeksi atau
peradangan pada kelenjar di tepi kelopak mata bagian atas maupun bagian
bawah yang disebabkan oleh bakteri, biasanya oleh kuman Stafilokokus
(Staphylococcus aureus). Hordeolum dapat timbul pada 1 kelenjar kelopak
mata atau lebih. Kelenjar kelopak mata tersebut meliputi kelenjar
Meibom, kelenjar Zeis dan Moll.
Bintitan ini dalam Bahasa Sunda dikenal sebagai Turuwisen, yaitu
berupa benjolan kecil pada pinggir kelopak mata ini kerap disertai rasa
gatal dan nyeri, yang kemudian dapat bertambah besar layaknya bisul.
Penyebabnya adalah peradangan muara kelenjar pada lapisan kelopak mata
atas maupun bawah dimana terdapat produksi cairan yang berguna untuk
fungsi air mata dan keringat. Apabila muara kelenjar itu tersumbat oleh
kotoran seperti debu, make-up, dan lainnya; maka timbulah bintitan.
Peradangan ini bisa terjadi tanpa atau dengan adanya infeksi bakteri.
Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, mulai anak-anak hingga orang
tua. Disebutkan bahwa angka Minggu, 15 Desember 2013
budaya, indonesia
Unknown
07.25.00
Natal dan tahun baru sebentar lagi, sudah punya
rencana liburan ? Dari pada bingung, just come to join Lovely December
& Toraja International Festival 2013 "celebrate the living
megalithic culture in toraja".
*28-29dec2013 at kete ke'su, toraja utara :
-manimbong (toraja traditional dance)
-Indonesian national orchestra
-pameran seni & kuliner
-workshop seni pahat toraja
-pameran seni textil toraja
-workshop fotografi & multimedia
-seminar kebudayaan *29-30dec2013 at ge'tengan, tana toraja : •world music camp festival
-supa kalulu (zimbabwe)
-vieux cissokho (senegal)
-orchid house orchestra (italia)
-jeanette lambert, michael lambert & reg schwager (canada)
-gilles saissi (france)
-greg scheimber (australia)
-aigul & yedil (kazakstan)
-park hye ryun (korea)
-indonesian national orchestra -batara gowa
-ma'dandan, manimbong, toraja choir
Mari melestarikan kebudayaan Indonesia, dimulai dari sulawesi selatan.
#exploresouthsulawesi #visitsouthsulawesi
-manimbong (toraja traditional dance)
-Indonesian national orchestra
-pameran seni & kuliner
-workshop seni pahat toraja
-pameran seni textil toraja
-workshop fotografi & multimedia
-seminar kebudayaan *29-30dec2013 at ge'tengan, tana toraja : •world music camp festival
-supa kalulu (zimbabwe)
-vieux cissokho (senegal)
-orchid house orchestra (italia)
-jeanette lambert, michael lambert & reg schwager (canada)
-gilles saissi (france)
-greg scheimber (australia)
-aigul & yedil (kazakstan)
-park hye ryun (korea)
-indonesian national orchestra -batara gowa
-ma'dandan, manimbong, toraja choir
Mari melestarikan kebudayaan Indonesia, dimulai dari sulawesi selatan.
#exploresouthsulawesi #visitsouthsulawesi
budaya, indonesia, pengetahuan umum
Unknown
00.15.00
INDONESIA, merupakan Negara dengan bentuk negeri kepulauan memiliki
suku dan kebudayaan yang begitu banyak, sehingga apabila kita pelajari
tak akan pernah habis. Namun kebudayaan yang begitu banyak kini mulai
tersisih dengan kebudayaan asing yang mulai merambah dan menyisihkan
kebudayaan kita. Didalam kebudayaan tradisional terdapat unsur-unsur
budaya, salah satunya permainan tradisionalanak-anak yang lambat laun
terlupakan oleh zaman. permainan yang telah ada sejak dahulu, kini mulai
menghilang disebabkan adanya permainan bangsa asing yang membuat
anak-anak lupa akan permainan tradisional yang bila dihitung-hitung
permainan bangsa luar sangat tidak menguntungkan. Maka dari tu saya
membuat tulisan ini untuk mengingatkan kita akan kebudayaan negri kita
terutama permainan tradisional.
Masih ingat kan permainan tradisional yang pernah kita mainkan semasa kanak-kanak, seperti permainan petak umpet, petak jongkok, kelereng , bentengan, congklak, dan permainan lain yang dimiliki oleh setiap daerah. Permainan tersebut muncul sudah sangat lama. Tapi sangat disayangkan permainan-permainan tersebut sudah sangat langka di temukan atau sama sekali tidak ditemukan lagi. Dengan kemajuan tekhnologi permainan tradisional tersebut telah tertindas. Kalau dilihat anak-anak saat ini lebih suka bermainan yang dikeluarkan oleh orang asing terutama di daerah barat seperti: bermain playstation, Xbox, dan game online . Lihat saja contohnya di warnet, tidak hanya remaja saja yang tergila-gila bermain permainan tekhnologi tersebut, tetapi warnet juga dipenuhi dengan anak-anak kecil malahan orang tua pun ikutan permainan tersebut.
Sama seperti halnya cerita rakyat, permainan tradisional lahir sebagai bentuk pewarisan nilai dari para orangtua terhadap generasi muda. Permainan tradisional juga lahir dari kondisi alam dan lingkungan sekitar. Sehingga sangat disayangkan apabila warisan para pendahulu harus hilang tanpa bekas dengan perkembangan zaman yang begitu dahsyat.
Masih ingat kan permainan tradisional yang pernah kita mainkan semasa kanak-kanak, seperti permainan petak umpet, petak jongkok, kelereng , bentengan, congklak, dan permainan lain yang dimiliki oleh setiap daerah. Permainan tersebut muncul sudah sangat lama. Tapi sangat disayangkan permainan-permainan tersebut sudah sangat langka di temukan atau sama sekali tidak ditemukan lagi. Dengan kemajuan tekhnologi permainan tradisional tersebut telah tertindas. Kalau dilihat anak-anak saat ini lebih suka bermainan yang dikeluarkan oleh orang asing terutama di daerah barat seperti: bermain playstation, Xbox, dan game online . Lihat saja contohnya di warnet, tidak hanya remaja saja yang tergila-gila bermain permainan tekhnologi tersebut, tetapi warnet juga dipenuhi dengan anak-anak kecil malahan orang tua pun ikutan permainan tersebut.
Sama seperti halnya cerita rakyat, permainan tradisional lahir sebagai bentuk pewarisan nilai dari para orangtua terhadap generasi muda. Permainan tradisional juga lahir dari kondisi alam dan lingkungan sekitar. Sehingga sangat disayangkan apabila warisan para pendahulu harus hilang tanpa bekas dengan perkembangan zaman yang begitu dahsyat.
Langganan:
Postingan (Atom)

