Minggu, 15 Desember 2013

cara membuat Sendiri Kompor Lapangan Dari Kaleng Soda [Trangia Cola]

Holaaa pemirsah, kali ini saia ingin sedikit berbagi tips untuk membuat kompor lapangan yg sakti bin mandraguna dari sisa kaleng soda yg sudah tidak terpakai lagi. Nah, kalo anda penggiat kegiatan alam bebas, hal yg paling diperlukan adalah kompor karena coba aja pikir, kalo kgak ada kompor kita mau masak pake apa.? kecuali anda adalah tipe orang yg selalu melakukan kegiatan alam bebas dgn membawa sekeranjang roti dan sekotak besar susu sapi, jadi kompor pastinya kgak akan berguna.. hohoho..
Sebenarnya saia jarang menggunakan kompor lapangan buatan ini karena saia biasanya lebih menggunakan kompor gas tabung kecil yg saia beli seharga Rp. 150.000 per unit dan Rp 13.000 per tabung, cukup mahal khan. Tapi setiap kegiatan alam bebas yg saia lakukan, saia selalu membawa kompor lapangan buatan ini sebagai cadangan andaikata kompor gas lapangan andalan saia seperti tampak pada foto dibawah ini mengalami macet tiba-tiba atau kerusakan yg tidak di duga-duga..
kompor lapangan andalan saia
Nah, apabila kalian senang dgn kegiatan alam bebas tapi masih belum memiliki kompor lapangan yg harganya cukup menguras kantong, anda bisa untuk sementara menggunakan kompor murah meriah ini, dijamin maknyooos deh. Tak lupa saia ucapkan terima kasih untuk Mapala Osiris yg telah sudi membagi infonya tentang cara pembuatan kompor lapangan dari kaleng soda ini. Bagaimana cara membuatnya pemisah, cekidot :


Bahan dan Alat :



Bahan dan alat pada foto diatas meliputi :
  1. 2 buah kaleng minuman ringan bekas yang masih utuh, ukuran + 330 ml, bersihkan dengan air, lap hingga kering
  2. Paku pin
  3. Marking pen / Spidol OHP (anti air)
  4. Cutter
  5. Penggaris
  6. Gunting

Note : Walaupun diameter dinding kaleng minuman ringan umumnya sama, tapi diameter tonjolan lingkaran alasnya seringkali berbeda. Diketahui ada 2 jenis diameter, keduanya dapat dipergunakan, tapi pilih jenis diameter yang sama untuk kedua bahan kaleng. 

Note : Pembuatan yang digambarkan disini menggunakan kaleng dengan diameter tonjolan 48mm, yang lebih banyak ditemukan sampahnya. (Pocari Sweat, Coca-Cola, Fanta, Greensand, dll.)


Bahan bakar :

Untuk bahan bakar kita bisa menggunakan Methylated blue atau biasa dikenal dgn nama Spirtus yang banyak dijual di berbagai toko diseluruh Indonesia. Klo tidak ada spirius kita juga bisa menggunakan Alkohol 70% atau Alkohol 95%..


Cara Membuat :

[1] Buang pin pembuka yang ada di bagian atas kaleng agar kaleng dapat berdiri tegak saat dibalikkan. Balikkan kaleng.
[2] Pada bagian bawah kaleng beri tanda dengan marking pen sebanyak 24 titik yang melingkar di luar tonjolan lingkaran alas, dengan jarak yang sama antara titik

Menandai kaleng burner

[3] Lubangi alas kaleng pada titik yang telah dibuat dengan menggunakan paku pin. Prosesnya dapat ditekan dengan tangan atau dipukul ringan dengan palu. (kami memukul paku pin dengan menggunakan gagang cutter)

Melubangi burner

[4] Dengan menggunakan cutter, buang bagian “mangkok” alas kaleng. Caranya dengan menggerat mengikuti jalur dinding dalam tonjolan perlahan-lahan. Jangan sampai dinding dalam tonjolan ikut terpotong.
Note : Bagian pengerjaan ini cukup lama karena mangkok alas agak tebal dibandingkan bagian dinding. Tapi dengan kesabaran, setelah belasan kali mengitari geratan, mangkok akan terbuka dengan mudah hanya dengan tekanan jari, dan hasilnya jauh lebih rapi daripada dipaksa dengan cutter. Hasil yang tidak rapi dapat menyebabkan kebocoran pada saat kompor dinyalakan.
Memotong kaleng burner
Membuka mangkok burner

[5] Pada tempat yang datar, berdirikan lagi kaleng dengan bagian bawah ada dibawah. Ukur sepanjang + 27 mm dari bawah kaleng. Beri tanda dengan menggunakan marker pen.
Mengukur dimensi kaleng sekitar 25 - 30 mm
[6] Ganjal marker pen dengan menggunakan gunting (atau apa saja), hingga ujungnya berada setinggi tanda hasil pengukuran. Tahan dengan tangan sedemikian agar tak bergerak. Putarkan kaleng perlahan hingga seluruh dinding kaleng tertandai secara sama rata pada ketinggian yang diukur.
Menandai kaleng dengan marking pen
[7] Gerat (iris) hasil garisan tanda tadi dengan cutter secara perlahan hingga seluruh dinding kaleng terkitari. Ulangi lagi –dengan sabar– hingga beberapa kali tapi jangan ditekan keras. Setelah ada sedikit bagian yang terbuka, hentikan. Lanjutkan cukup dengan tekanan jari. Bagian ini dinamai ‘Burner’.

Note : Cara ini menghasilkan hasil potong yang rapi. Bukan berarti tidak bisa dengan cara cepat (langsung ditembus cutter), tapi pemotongan langsung akan membuat hasil potong keriput atau penyok, bahkan bisa mengakibatkan gagal potong.

Mengiris kaleng dengan cutter

Menekan kaleng untuk membuka irisan
[8] Ambil kaleng kedua. Seperti pada langkah no.5 & no.6, tandai kaleng dengan marking pen. Kali ini 3 cm (30mm) dari bagian bawah kaleng.


[9] Gerat (iris) hasil garisan seperti pada langkah no.7. Setelah 2 atau 3 putaran, dapat dipotong langsung dengan cutter, asal hati-hati jangan memotong keluar dari yang sudah ditandai. Tekuk tekuk sekeliling dinding hasil potongan ini secara merata dengan menggunakan ibu jari ke arah dalam. Tekukan ini dimaksudkan agar pada saat di dimasukkan ke bagian atas, lebih mudah. Jangan terlalu dalam karena akan menutupi lubang keluar gas. Bagian ini dinamai ‘Fuel Cup’

Note : Langkah ini tidak perlu bila menggunakan sistem Slit*

Fuel cup
[10] Dari sisa kaleng pertama (karena sisa potongannya lebih rapi), buat tanda seperti pada langkah no.5 dan no.6. Kali ini setinggi 3,5cm (35mm). Gunting kaleng secara vertikal, lalu membelok mengikuti tanda yang telah dibuat. Setelah selesai, ukur dan potong seperti tampak pada gambar. Perhatikan 3 lubang yang harus dibuat. Bagian ini dinamai ‘Inner Wall’. Lingkarkan dan sambungkan Inner Wall pada bagian Slit* (ingat, ini untuk diameter tonjolan 48mm)
Dimensi inner wall
Mengukur & membuat inner wall

Memotong sisa kaleng untuk dijadikan inner wall
[11] Susun Burner, Inner Wall, dan Fuel Cup. Masukkan Inner Wall pada cerukan tonjolan dalam Burner. Lalu pasangkan Fuel Cup dalam Burner. Rapatkan hingga Inner Wall masuk pada cerukan tonjolan Fuel Cup. Kompor selesai.
Bagian kompor telah siap disusun
Susunan kompor

Kompor alkohol generik telah selesai dibuat

Menyalakan kompor lapangan buatan sendiri
[12] Masukkan Alkohol (semurni mungkin) atau spirtus ke lubang besar tengah kompor. Nyalakan dengan menggunakan korek. Di tempat yang terang, api pembakaran alkohol atau spirtus tidak terlihat, tapi sebenarnya menyala. Selalu rasakan hangatnya dengan tangan terlebih dahulu untuk memeriksa api


Note : Hati-hati terbakar! Gas Alkohol atau Spiritus mudah menguap, terbakar dan apinya menyambar. Gunakan korek api kayu agar lebih aman.

illank bundrank

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

9 komentar:

  1. Bermanfaat sekali... ;-)

    Main juga ke blog saya ya...

    www.gorigotri.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Artikelnya sangat bermanfaat gan, salam kenal dan sukses selalu
      http://dikejar.com/2016/08/membuat-kompor-mini-dari-kaleng-bekas-minuman-soda/.html

      Hapus
  2. Mau nanya dong
    Kan saya bikin trangia kayak petunjuk di atas tapi kenapa apinya keluarnya dari atas gak dari samping?

    BalasHapus
  3. mungkin karna lubang yang sodara buat ndak pas dengan ukurannya

    BalasHapus
  4. minta penjelasanya tampak samping dong.. itu plat yg didalam posisi gmn? trimakasih mas..

    BalasHapus
  5. gan api saya kok gk mau ke lubang2 kecil tu?
    api saya berada d lubang yg besa saja

    BalasHapus
  6. lubang tengah ditutup dengan uang koin gan :D

    BalasHapus
  7. wahhh sangat kreatif..
    terima kasih untuk infonya, kunjungi juga www.smartkiosku.com atau www.serbamultimedia.com yaa

    BalasHapus
  8. Berapa menit nyala api untuk se ukuran kaleng itu..

    BalasHapus